menjadi petani hebat
Petani hebat
وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ
كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا
وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ
وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى
ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari
langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka
Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan
dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak ( sebagai rezeki bagimu)dan dari mayang korma mengurai
tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan
pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah
buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
orang-orang yang beriman.”( surat
al-An’am ayat 99 )
Negara Indonesia merupakan negara yang
mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini terbukti dengan
keadaan tanah Indonesia yang sangat subur. Negara Indonesia memiliki peran
penting sebagai produsen bahan pangan di mata dunia. Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris
yang menghasilkan banyak rempah-rempah. Sebagian besar penduduk Indonesia
bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga umumnya mereka mengetahui cara
bertani yang baik dan benar secara turun temurun. Menjadi petani yang sukses
dan kaya raya impian semua orang. Namun yang kita sedihkan Indonesia masih tergantung
kepada bahan pangan impor dari berbagai negara. Hal ini disebabkan karena lebih
banyaknya kebutuhan konsumsi dibandingkan dengan produksi, selain itu juga
disebabkan pejabat-pejabat pemerintahan yang ingin memperkaya diri sendiri
dengan mengambil keuntungan dari operasi impor tersebut. Oleh karena itu
marilah kita kembali menggali potensi yang ada di dalam negeri ini dengan tanpa
mengandalakan negara lain dengan berkiprah disektor pertanian. Untuk menjadi
petani sukses tidak semudah yang diucapkan dan dibayangkan. Seseorang
membutuhkan bekal berupa kerja keras, pengetahuan, keuletan dan kesabaran untuk
berhasil di bidang pertanian.
Di pedesaan, anak-anak mudanya banyak beralih
ke bidang lain. Karena hasil pertanian dinilai kurang mencukupi kebutuhan hidup
sehari-hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan usaha pertanian tidak menjadi
primadona lagi seperti harus bergumul dengan tanah yang membuat badan kotor,
dan penghasilan yang didapat tidak mencukupi untuk kebutuhan ekonomi
sehari-hari. Mereka membutuhkan waktu tiga bulan untuk panen tanaman musiman
baru bisa dapat uang.
Berikut ini kiat sukses menjadi petani kaya
raya, antara lain:
1. Memiliki modal. Untuk menjadi petani
sukses dan kaya raya membuuhkan modal. Dengan mempunyai modal usaha, seorang
petani bisa membeli perlengkapan pertanian, membayar pekerja, membeli pupuk,
dan mengadakan lahan untuk bertani. Untuk memperoleh modal usaha dapat melalui
pinjaman dari bank pemerintah maupun swasta yang memiliki visi bersedia
membantu para petani
2. Mempunyai lahan pertanian. Setelah kita
memiliki modal usaha, langkah berikutnya ialah mengadakan lahan untuk bertani,
bisa dengan cara membeli lahan atau menyewa lahan milik orang lain. Akan lebih
bagus lagi apabila kita sudah memiliki lahan untuk membangun usaha pertanian
3. Mengetahui ilmu tentang pertanian.
Bagaimana cara agar kita sukses di dunia dan di akhirat? Jawabnya dengan ilmu.
Ilmu merupakan sarana seseorang meraih kesuksesan. Begitupula dalam dunia
pertanian. Seseorang yang ingin sukses di bidang usaha pertanian mesti memiliki
ilmu tentang pertanian itu sendiri. Untuk mendapatkan ilmu tentang pertanian
bisa dilakukan dengan cara sekolah, belajar autodidak, bertanya kepada ahlinya
seperti penyuluh pertanian maupun petani yang telah berpengalaman dan sukses
4. Memiliki kemauan dan niat yang kuat untuk
berhasil di usaha pertanian. Tanpa niat dan kemauan yang kuat untuk berhasil
mustahil mendapat sukses. Hal ini berlaku tentu di segala usaha dibidang apapun
apalagi dalam usaha pertanian yang memerlukan kesabaran yang tinggi.
Kisah inspiratif Petani sukses
Seorang petani dari Provinsi Riau
bernama Suryono, menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi
PBB Perubahan Iklim di Maroko. Pengalaman Suryono merubah nasib dari praktik
pertanian yang mendegradasi lingkungan, menuju ke pengelolaan lahan hutan
berkelanjutan.
"Perasaan saya sangat bangga
karena petani kecil seperti saya, bisa didengar di luar negeri. Semoga apa yang
saya lakukan bisa jadi contoh orang lain," ujar Suryono.
Suryono dinilai menjadi contoh
petani yang berhasi melakukan mitigasi perubahan iklim dengan bertani
holtikultura, menjadi informan titik api, dan turut andil menjaga lingkungan
serta mencegah tejadinya kebakaran lahan dan hutan.
Perjalanan hidupnya beralih dari
petani kelapa sawit menjadi menanam holtikultura. Dari kampung halamannya di
Medan, ia merantau ke Dusun Sukajaya Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan
Tualang, Kabupaten Siak, pada tahun 2000 hingga sekarang.
Pekerjaan awalnya sejak tahun 2000
adalah bercocok tanam kelapa sawit di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak pada
2007. Suryono pada 2013 menyadari bertani hortikultura lebih menguntungkan
ketimbang sawit. Dia mengambil keputusan nekat dengan menumbangkan seluruh
tanaman sawit di kebun dua hektare miliknya, dan menggantinya dengan tanaman
hortikultura.
Beberapa jenis sayuran yang mulai
ditanam Suryono antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang
panjang, timun, pepaya, dan jagung. Banyak orang menduga dirinya sudah gila
karena dalam benak masyarakat setempat, menanam sayuran tidak menguntungkan.
Dia mengakui awalnya memang tidak
mudah ketika masuk ke pasar tradisional, karena harus berhadapan dengan para
tengkulak, yang sudah lama beroperasi untuk memasok komoditas tersebut dari
Kota Pekanbaru.
Namun, kerja keras Suryono mulai
membuahkan hasil setelah berjualan sekitar satu tahun, sehingga banyak petani
yang mulai mengikuti langkahnya untuk menanam sayuran dan menjualnya langsung
ke pasar.
Ketika menjadi petani sawit dengan
lahan dua hektare, Suryono mampu meraih penghasilan maksimal sekitar Rp 2 juta
hingga 3 juta per bulan. Namun, kini dengan mengolah lahan setengah hektare
untuk ditanami sayuran, dia berhasil meraup penghasilan sekitar Rp 15 juta per
bulan.
"Bercocok tanam sayur mayur,
dan buah buahan bagi saya menyenangkan, selain menjaga kelestarian lingkungan
juga mensejahterakan kehidupan saya," jelasnya.
Suryono mengatakan dirinya juga
aktif dalam kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Tujuan
DMPA adalah praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi
lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk
pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.
Peran Suryono akhirnya diakui oleh
Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015,
dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016.
"Saya memang petani kecil di
Riau, tapi perubahan yang terjadi dalam hidup saya amatlah besar," pungkas
Suryono.

Komentar
Posting Komentar