menjadi petambak ikan
Petambak ikan
وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ
فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ
لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ
فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
artinya: “Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini
tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari
masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging ( ikan dan hewan laut yang
dihalalkan ) yang segar( sebagai rezeki )dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan
yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal
berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu
bersyukur”(Al-quran surat Al-Fathir :12 )
Pada umumnya,
untuk membudidayakan ikan perlu di butuhkan media yaitu salah satunya air baik
air tawar maupun laut. Fungsi pada air ini adalah sebagai tempat hidup ikan.
Ikan yang berada di laut umumnya mempunyai warna yang bervariasi dan berkadar
garam, sedangkan pada air tawar, umumnya mempunyai warna yang tidak bervariasi.
Air merupakan habitat ikan atau media budidaya.
Jangan pernah memandang sebelah mata terhadap segala jenis usaha yang
tampaknya sepele. sebab bila ditekuni, usaha yang sepele-pun ternyata juga bisa
memberi hasil yang menjanjikan.
Seperti yang di alami seorang pemuda di Jombang, Jawa Timur, meski awalnya terpaksa karena tidak punya pekerjaan, hanya dengan beternak lele, pemuda tersebut kini menjadi jutawan.Di area peternakan lele seluas lebih dari dua hektare, sehari-hari pemuda Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.
Seperti yang di alami seorang pemuda di Jombang, Jawa Timur, meski awalnya terpaksa karena tidak punya pekerjaan, hanya dengan beternak lele, pemuda tersebut kini menjadi jutawan.Di area peternakan lele seluas lebih dari dua hektare, sehari-hari pemuda Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.
Ia mengaku, awalnya beternak lele merupakan
usaha sambilan ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Dengan satu
buah kolam lele kecil di halaman rumahnya, ia melihat ayahnya begitu serius
beternak lele. Setelah tamat SMU dan ayahnya meninggal dunia, ia tak tertarik
meneruskan usaha ayahnya tersebut dan memilih bekerja sebagai karyawan di
sebuah bank swasta di Kediri.
Namun
karena tak tahan menjadi karyawan dengan hasil yang pas-pasan, ia lantas keluar
dan mencoba bertani, tapi hasil yang diperoleh ternyata juga tidak seberapa.
Melirik galian tanah bekas kolam lele ayahnya, ia lantas mencoba beternak lele.
Tak ingin profesi baru itu dianggap sebagai sambilan, ia serius menekuni usaha
ini dengan mencari dan menembus pasar kesana kemari.
Hasilnya,
ternyata sangat luar biasa, ia mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak
untuk menjadi penyedia bibit ikan lele.
Sejak itu, usaha lelenya kian berkembang dan pasarnya juga makin meluas hingga
ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan kota-kota besar lainnya.Untuk
memenuhi kebutuhan bibit lele pelanggan, ia memperluas area budidaya lelenya
hingga kini mencapai lebih dari dua hektare. Tak pelak, hasil yang bisa diraup
pemuda dua anak inipun seperti tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mencapai
ratusan juta rupiah perbulan.
Sebuah hasil yang tentunya sangat fantastis untuk ukuran seorang pemuda
desa yang masih berusia masih muda tersebut. Bahkan kesuksesan itu tak hanya ia
nikmati sendiri, dengan usahanya ini ia juga bisa membuka lapangan kerja bagi
puluhan pemuda di desanya.
Kini, ia pun baru menyadari bahwa apapun
jenis usaha yang kita punya, hendaknya tidak kita pandang sebelah mata. Sebab
bila ditekuni dan didalami ternyata juga bisa memberi hasil yang luar biasa.
Ia menambahkan, usahanya bisa menjadi
besar seperti sekarang bukan berarti ia tak pernah rugi.
Dia mengakui beberapakali bangkrut karena
banyak lelenya yang mati. Namun berkat kegigihannya mencari solusi atas segala
masalah dibidang lele, ia pun dapat kembali bangkit.
Dari berbagai
bentuk kesuksesan diatas masih banyak bentuk kesuksesan yang lain yang tidak
dapat dipaparkan dalam buku ini seperti : Mufassir, Muhaddits, Dai, Dokter, Sejarawan, Sastrawan, Seniman, Arsitek, , TNI, Polisi, Penulis, Motivator, Designer, Atlit, Programer, dan lain sebagainya. jika
kesuksesan yang anda inginkan ada dalam daftar diatas maka garis bawahilah
untuk menandainya dan jika tidak tuliskanlah dan pelajari langkah selanjutnya.
Banyak yang mengatakan tidak semua orang
punya bakat, namun melihat dari kisah-kisah di atas, dapat disimpulkan
bahwa kesuksesan merupakan hasil dari kerja keras, bukan murni dari
bakat.
Dan semua itu diperlukan Niat yang
sangat kuat untuk mencapai dan meraihnya. Oleh karena itu setelah membaca
berbagai ragam kesuksesan diatas, maka mulai saat ini tentukan niat anda
akan apa yang akan anda cita-citakan dimasa depan, carilah rahasia bagaimana meraihnya dan
carilah figure sebagai contoh untuk mewujudkannya.Dengan demikian insyaallah kesuksesan akan dapat anda miliki sesuai
dengan yang anda inginkan.

Komentar
Posting Komentar