menjadi guru








Temukan di toko terdekat atau +60182952061 (watsab )





    Guru

 

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
 Barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)
Guru adalah figur pahlawan tanpa tanda jasa” Profesi menjadi seorang guru adalah salah satu bentuk dari kesuksesan, bahkan ketika kita duduk dibangku sekolah sangat banyak diantara murid-murid kita yang bercita- cita menjadi seorang guru, menjadi seorang guru merupakan salah satu bentuk kesuksesan yang sangat mulia, karena apapun keberhasilan seseorang tidak pernah terlepas dari yang namnya seorang guru.
Menjadi seorang guru dibutuhkan ilmu yang memadai, ilmu yang didapatkan tidak hanya bersumber dari pendidikan formal akan tetapi juga diperlukan ilmu-ilmu non formal. Selain itu pengalaman juga sangat diperlukan oleh seorang guru, hal ini agar dapat memotivasi anak didiknya dalam berbagai hal.
Untuk menjadi seorang guru minimal telah menempuh pendidikan  D3 ataupun sarjana strata satu, oleh karen itu belajarlah dengan baik dan raih prestasi sebaik-baiknya, pelajarilah mata pelajaran yang ingin anda ajarkan nanti disaat menjadi guru,tentukan sejak dini bidang pelajaran yang anda kuasai, hal ini bertujuan agar anda nantinya ahli dibidang apa yang anda ajarkan kepada anak didik diseokolah, sebab kebanyakan pada zaman sekarang ini para guru kurang ahli dibidang apa yang diajarkannnya yang akibatnya terjadi kesalah pahaman dalam menyampaikan  materi yang ia ajarkan.
  Untuk menjadi seorang guru yang formal tidaklah mudah, anda harus menempuh pendidikan SD ( sekolah dasar ) kemudian lanjut ke sekolah SMP (menengah pertama/ tsanawiyah) dan dilanjutkan kesekolah SMA ( sekolah menengah atas )/ Aliyah dan kemudian disambung lagi dengan kuliah sesuai bidang yang akan anda ajarkan nantinya sebagai guru.
Memang pada dasarnya pendidikan yang formal bukanlah syarat mutalak menjadi seorang guru, karena setiap orang yang memberikan suatu pembelajaran ilmu apapun, dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun maka ia sudah bisa diakatakan seorang guru, namun yang dimaksud dalam hal ini adalah guru yang professional yang bisa mengajar dan menjadi tenaga pengajar tetap disekolah-sekolah resmi milik pemerintah maupun swasta, karena menempuh pendidikan formal hingga sarjana adalah salah satu syarat wajib yang ditetapakan dinas pendidikan untuk menjadi seorang guru.
Dalam hal ini sekedar menempuh pendidikan formal saja tidak cukup, akan tetapi harus betul-betul mempunyai keahlian dibidangnya, karena banyak pada zaman sekarang ini seorang guru hanya mengandalakan ijazahnya, namun ilmu yang dimilki untuk menjadi seorang guru belum memadai, hal ini harus kita hindari demi untuk mencapai cita-cita yang mulia yaitu sebagai promotor untuk memajukan anak bangsa , agama dan negara.

Kisah inspiratif seorang guru

Sebuah kisah, mengenai anak kecil yang sangat miskin yang ingin bercita-cita menjadi seorang guru. karena kedua orangtuanya tidak mampu untuk menyekolahkan hingga perguruan tinggi, jadi anak itu hanya memendam mimpinya, tetapi tidak pernah sekalipun melupakannya.
Beberapa tahun kemudian tiba saatnya masuk perguruan tinggi, tanpa sepengetahuan sang ayah ia mengikuti ujian masuk pergurun tinggi bidang keguruan dan selang bebrapa minggu ternyata ia diterima pada pilihan pertama yaitu menjadi guru PAI (pendidikan agama islam) , mendengar kabar ini kedua orang tuanya sangat  marah karena dari awal ayahnya sudah mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk biaya kuliah. Dengan berlinang air mata ia menangis dan kecewa karena tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya,  namun ia tetap bertekad menggapai cita- cita yang diinginkannya.
ketika orang tuanya pergi kesawah dan ia selalu tinggal dirumah untuk membereskan seluruh pekerjaan rumah sebelum ayah dan ibunya pulang dari sawah, Ia mulai mencari cara agar ia dapat belajar diperguruan tinggi, dengan tanpa sepengetahuan ayahnya ia mulai bekerja sebagai pengumpul barang bekas kemudian ia jual dan ditabung untuk biaya pendaftaran kuliah nantinya, setelah ayada ibunnya pulang barulah ia diberikan waktu untuk bermain dengan teman-temannya, namun waktu itu tidak ia sia-saikan, melihat teman-teman disekitarnya sedang bermain ceria ia sebenarnya ingin ikut serta namun karena ia harus mencari uang untuk biaya pendaftaran kuliah niat itu pun ia urungkan.
Selama hampir 3 bulan bekerja keras ia berhasil mengumpulkan uang pendaftaran dan memberikan hal ini kepada ayahnya dengan wajah bahagia, namun lagi-lagi ayahnya marah karena kuliah itu tidak hanya butuh uang pendaftran akan tetapi masih banyak biaya-biaya lain yang lebih mahal, karena itu ayahnya mengatakan jangan pernah lagi bercita-cita jadi apapun termasukk guru karena kita tidak akan mampu untuk mencapainya.
Dengan rasa sedih ia bertekad untuk kuliah dengan tanpa memberi tahu kedua orang tuanya, hari-hari ia jalani seperti biasa setelah membereskan pekerjaan rumah ia berangkat kuliah dan pulang kembali sebelum ayah dan ibunya pulang, ketika ia pergi dan pulang sekolah ia sambil mengambil barang-barang bekas untuk dijual dan digunakan untuk keperluan kuliahnya.
Selama setengah tahun ia jalani kuliah dan tibalah waktu pembayaran uang kuliah, ia lihat tabungan yang ia miliki tidak cukup untuk membayar uang semester bahkan setengah pun tidak ada,  ia terus berdoa dan menanggung penderitaan ini karena jika orang tuanya tahu maka habislah riwayatnya.
Diwaktu yang bersamaan allah swt memberikan jalan, disaat ia pergi menuju kampus tiba-tiba melihat disebuah surat edaran di  majalah dinding yang ditempelkan tepat digerbang utama kampus tempat ia belajar, isi suratnya adalah “ dibuka pendaftaran beasiswa full berprestasi  dengan kuota 3 orang. Tanpa pikir panjang ia langung mendaftarkan diri dan mengikuti ujian, dari 100 orang pendaftar ternyata namnya tertulis dipapan pengumuman yang menunjukkan bahwa ia lulus dan berhak mendapatkan beasiswa.
Tanpa berpikir panjang hal ini  ia ceritakan kepada ayah dan ibunya, dengan rasa bahagia mereka bangga kepada anaknya dan hingga akhirnya sang anak mendapatkan cita-citanya menjadi sorang guru di sebuah sekolah tingkat menengah.
Dari cerita tadi sempet hampir nangis karena terharu melihat perjuangannya dalam mempertahankan serta menjaga mimpinya hingga dia bisa mewujudkannya....
bahkan ketika sang ayah seringkali mematahkan semangat sang anak untuk meraih mimpi, dia tetap bersabar, dia tetap belajar dengan giat, dan dia tetap patuh kepada kedua orang tuanya.
Dari cerita saya terharu melihat perjuangannya dalam mempertahankan serta menjaga mimpinya hingga dia bisa mewujudkannya, bahkan ketika sang ayah seringkali mematahkan semangat sang anak untuk meraih mimpi, dia tetap bersabar, dia tetap belajar dengan giat, dan dia tetap patuh kepada kedua orang tuanya.
kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa siapa pun kita, bagaimana pun keadaan kita dan keluarga kita, seperti apa pun lingkungan tempat tinggal kita, bagaimana pun dunia memandang kita ingatlah bahwa hidup kita ada di tangan kita sendiri.
Jadi ketika kita memiliki suatu keinginan, cita-cita bahkan impian, berusaha keraslah untuk mewujudkannya, bersabarlah untuk menerima dan menikmati prosesnya yang tidak gampang dan membutuhkan waktu, bahkan ketika orang2 terkasih menjatuhkan semangat kita, jangan menyerah dan berhenti begitu saja, buktikan pada mereka kalau kita sunguh2, kalau kita bisa dengan berusaha.
Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan memang perlu pengorbanan dan itu sangat wajar, percayalah ketika kita berhasil melewati prosesnya maka kita akan dapat menerima hasilnya.

bersambung.............................

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 LANGKAH MENUJU SUKSES

Bersunguh-Sungguh dan Kerja Keras

Thomas Alfa Edison