cara menjadi pemimpin
Temukan di toko terdekat atau +60182952061 (watsab )
Pemimpin
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ...........
.......Setiap kamu adalah pemimpin dan
akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya... (HR Bukhari)
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang
mudah, akan tetapi butuh kepercayaan yang tinggi dan mempunyai jiwa yang
bijaksana, tidak sedikit orang yang gagal dalam kepemimpinanya karena tidak
mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, maka dalam hal ini sangat
dibutuhkan niat yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin yang handal.
Selain harus mengetahui cara memimpin yang
baik, tidak kalah penting juga perlunya mengetahui cara mendapatkan mandate
jadi pemimpin itu sendiri, dibutuhkan kerja keras serta pantang menyerah dalam
menghadapai berbagai hambatan apapun. Sebagai perbandingan simak kisah dibawah
ini:”
Pernahkah anda gagal? Pertanyaan ini mungkin
sering kita dengar.., akan tetapi bagaimana bentuk kegagalan anda?, seberapa
banyak kegagalan anda?. Jika anda mengalami kegagalan yang begitu banyak dan
menyakitkan cobalah kalian lihat kegagalan dari abraham lincoln dan petiklah
pelajaran darinya.
Kisah inspiratif pemimpin hebat
Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta
Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja
adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi
Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah
keturunan Sultan Kediri…
Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda
bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun
kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan
suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan
kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam. utra sang fajar yang lahir di
Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi
nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno, 44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan
Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah
asing.Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku
sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School).
Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri
Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping
diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah
mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).
Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan
pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang
kemudian hari menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di
Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih
(1923).Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai
Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia
Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara
oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung,
29 Desember 1949.
Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul,
Indonesia Menggugat, Bung Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah
Belanda.Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933,
Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende, dibuang ke
Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang
memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri,
Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.Soekarno adalah seorang
cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama
yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah
diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal
kira-kira 630 halaman tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul,
Nasionalisme, Islamisme, dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami
gelora muda Bung Karno.
Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di
Indonesia menyerah pada Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan
selama tiga tahun jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah
mengimingi kemerdekaan bagi Indonesia. Penyerahan diri Jepang setelah dua kota
utamanya, Nagasaki dan Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6
Agustus 1945, membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak
perlu menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.
Setelah persiapan yang cukup panjang,
dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan
kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No.
52 (sekarang Jln. Proklamasi), Jakarta.

Komentar
Posting Komentar